Properti Berharap Berkah dari BI Rate
INILAHCOM, Jakarta - Jelang rapat dewan gubernur Bank Indonesia pada 17 November ini, industri properti berharap adanya penurunan suku bunga acuan (BI rate). Agar sektor properti bisa lari cepat.
"Kondisi (sektor perumahan) ini akan semakin baik, bila Bank Indonesia (BI) menurunkan BI rate. Keputusan tersebut bisa mendorong sektor properti," kata Ali Tranghanda, Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch di Jakarta, Minggu (15/11/2015).
Kata Ali, meski banyak prediksi memaparkan adanya pertumbuhan di semester II-2016, namun besarannya tidak setinggi periode 2009-2012.
Berdasarkan pengamatan di lapangan, akad kredit program KPR masih didominasi segmen menengah ke bawah. "Optimisme pasar properti dan pergerakan pasar ini akan dipertaruhkan di tahun 2016," kata Ali.
Sementara, peneliti ekonomi LIPI Agus Eko Nugroho bicara lain. Agus bilang, pelonggaran moneter melalui penurunan BI rate bukan jaminan bagi pertumbuhan dunia usaha dan perekonomian. Alasannya, perbankan menganggap konsumsi domestik masih lesu.
Menurut Agus, meski BI rate turun, perbankan belum tentu menurunkan suku bunga kreditnya. Lantaran, data ekonomi terkini menunjukkan peningkatan tingkat pengangguran terbuka dan masih lemahnya kinerja ekspor. "Bunga deposito mungkin akan terdampak dari 'BI Rate', namun untuk bunga kredit, perbankan masih lihat risiko dan potensi profitnya," kata Agus.[tar]
#DarminNasution #thomaslembong #iwansunito #UI #FEUI #Ekonomi #depok #kadin #erkek #krisis #industri #bisnis #business #jokowi #JKW4P #Prabowo #AS #BKF #BI #BankIndonesia #Indonesia #Rupiah #UMKM #RBI #sukubunga #inflasi #FOMC #bunga #TheFed #APBN #bambangbrodjonegoro #kebijakan #aktual #proyek #Gerindra #jokowi #JKW4P #Prabowo #SBY
Read More : Properti Berharap Berkah dari BI Rate.
0 komentar:
Posting Komentar