Ini Rekam Jejak 2 Komisaris Anyar Vale Indonesia


INILAHCOM, Makassar - Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Vale Indonesia menghasilkan susunan dua anggota dewan komisaris yakni Robert Morris dan Akira Nozaki.

"Pengangkatan keduanya untuk mengisi posisi yang ditinggalkan Kevin Graham dan Mikinobu Ogata," kata Chief Financial Officer PT Vale Febriany dalam keterangan pers, Rabu (30/9/2015).

Berkaitan dengan pengangkatan dua komisaris baru ini, seluruh direksi dan anggota dewan komisaris mengucapkan terima kasih kepada Graham dan Ogata atas dedikasi dan komitmennya selama menjabat.

Adapun susunan dewan komisaris indestri nikel ini, sebagai berikut, Presiden Komisaris Jennifer Maki, Wakil Presiden Komisaris dan Komisaris Independen Arief T Surowidjojo, Komisaris Stuart Harshaw, Komisaris Robert Morris, Komisaris Mark Travers, Komisaris Andrea Marques De Almeida Komisaris Akira Nozaki, Komisaris Nobuhiro Matsumoto Komisaris Independen Irwandy Arif komisaris Independen Idrus Paturusi.

Sekedar catatan, sebelum dipercaya masuk dewan komisaris, Robert Morris adalah Wakil Presiden Eksekutif Penjualan dan Pemasaran untuk bisnis Base Metals di Vale Indonesia.

Robert bertanggung jawab atas pengawasan aliran dan logistik produk, manajemen jaringan kantor penjualan global, dan akuntabilitas untuk Asian refineries. Robert juga memiliki pengalaman internasional yang luas, dia pernah menduduki posisi senior di Vale sejak 2005 di Jerman, Jepang dan Toronto.

Sebelum bergabung dengan Vale, Robert memegang posisi manajemen di New York, Belgia dan Shanghai. Selain gelar di bidang Ekonomi dari University of Calgary, Robert juga menerima beberapa sertifikat manajemen dari MIT, INSEAD dan IMD.

Robert juga Ketua Nickel Institute, sebuah organisasi global yang mewakili industri nikel dalam ilmu pengetahuan, kebijakan publik dan pengembangan pasar.

Sedang Akira Nozaki sebelumnya menjabat sebagai Direktur, Executive Officer dan General Manager dari Non-Ferrous Metal Division di Sumitomo Metal Mining Co., Ltd. (Sumitomo) sejak Juni 2015. Pada posisi tersebut, Akira bertanggung jawab terhadap strategi dan kinerja manajemen serta pengembangan usaha divisi.

Dia sempat menjabat berbagai posisi manajemen proyek dan operasi dalam bidang tembaga, nikel dan katalis di Sumitomo, serta pernah menjabat sebagai General Manager pada Nickel Sales and Raw Materials Department.

Selanjutnya, Akira dipercaya menjadi Deputy General Manager of Administration Department di Sierra Gorda Project (Chile) Division dan General Manager Corporate Planning Department sebelum akhirnya menjabat posisi saat ini. Nozaki memperoleh gelar BA dari Waseda University, dan bergabung dengan Sumitomo pada 1984. [tar]



Read More : Ini Rekam Jejak 2 Komisaris Anyar Vale Indonesia.



0 komentar:

Posting Komentar